dennyed

Day 6 — Like We Wish

dennyed:

I guess loving is one way to accept why things do not go like the way we expect them to be.

If we are not in love, we will probably just ignore. We do not even care to accept and let go. But we are in love, that’s why no matter how disappointed we get because of the rejection, we always try to find the way to believe that we cannot always have what we want.

Sadly, the ones we love do not always see that way like we wish they would.


— April 5

When we come to be a part of minority, where we come from becomes something crucial, which leads us to have a more intimate relationship with people coming from the same place. Something we belong to braces us up.
March 28, 2014

It was a long trip. It was a terrible traffic jam.

Whenever you’re going home, whenever you miss your mom so bad, the road unreasonably becomes so much longer and the traffic unexpectedly becomes worse and worse.

And I was indescribably happy seeing my mom after a long time, being home.

March 23, 2014.
zahramaulida
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

 Ali bin Abi Thalib (via kurniawangunadi)

Ini bukan ucapan Ali bin Abi Thalib sebenarnya. Melainkan ditulis oleh Salim A. Fillah dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang pada bab “Mencintai Sejantan Ali”, yang mengisahkan kisah cinta Ali dan Fathimah. Adapun paragraf yang tertulis di buku tersebut sebagai berikut:

Inilah persaudaraan dan cinta, gumam Ali. Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

via jurnalramadhan

(via dzikraiserplus)

Kemarin di kelas Sociolinguistics, dosen saya cerita satu hal menarik. Ia mengutarakan pendapatnya tentang bahasa di pulau Papua sana. Dengan pembawaan yang santai, beliau mulai berkata-kata. “Kalian tau ngga apa keuntungan terbesar Papua masuk jadi wilayah Indonesia? Pembangunan? Sudah pasti ngga. Apa pembangunan di sana sehebat di Jawa? Ngga. Bukan pembangunan, jelas bukan. Kalian tau? Di Pupua ada ratusan kelompok suku yang punya bahasa masing-masing di mana tiap kelompok ngga saling ngerti bahasa kelompok lain. Mungkin itu sebabnya mereka sering perang antarkelompok karena itu tadi, mereka ngga bisa komunikasi dengan baik. Jadi, keuntungan Papua gabung ke Indonesia itu adalah bahasa. Bahasa Indonesia. Bahasa pemersatu mereka. Perperangan antarkelompok jauh berkurang. Bahasa Indonesia bikin mereka bersatu. Bersatu membentuk OPM.” Kemudian, kelakar terdengar riuh. The power of languange.