Begitu rindu untuk pulang. Begitu rindu ingin berada di rumah. Tak pernah terkira rindu akan sebuah tempat lebih menyiksa ketimbang rindu pada seseorang. Ini bukan lagi masalah titik koordinat karena nyatanya masalah rasa jauh lebih banyak terlibat.

Ada jejak jejak langkahmu tertuang dalam secangkir kopi di senja ini. Teduh, aku duduk di bangku dekat jendela. Berharap jingganya langit mengimbangi pekatnya kopi. Aku pandangi lekat lekat matahari yang dalam diam ditenggelamkan semesta. Tak lagi aku dapati matamu untuk aku selami. Kamu kutemukan mundur perlahan dan menarik diri untuk bertahan. Dalam senja, aku biarkan cangkir ini kosong hingga tiada yang tersisa termasuk jejak jejakmu. Semu.

This is what always happens every time I’m about to go outside wearing a skirt or a dress.

Mom: Have you put your short pant on already?
Me: Yes, of course, Mom.

*minutes later*

Mom: *lifting my skirt/dress, literally*
Me: -____-